Akan Memperkuat Honda di Musim Depan, Lorenzo Sindir Ducati

by

Ulasanbola – Setelah hanya tersisa beberapa seri bersama Ducati Corse, Jorge Lorenzo justru mampu membuktikan kualitasnya sebagai salah satu pembalap terbaik dunia MotoGP. Walaupun gagal finish di tiga besar pada GP San Marino lalu, tapi X-Fuera telah berkontribusi besar atas perkembangan performa motor Ducati, Desmosedici GP18.

Momen kebangkitan Ducati terjadi pada musim 2017 lalu. Itu adalah musim pertama setelah hampir satu dekade berada di luar persaingan utama MotoGP. Namun, Lorenzo bukanlah sosok yang menjadi aktor dibalik kebangkitan tersebut, melainkan Andrea Dovizioso yang berhasil mencuri perhatian dunia.

Dovizioso mampu menjadi pesaing berat Marc Marquez dengan menempati posisi runner-up MotoGP 2017. Namun di saat yang bersamaan, Lorenzo justru terpuruk dengan berakhir di peringkat ke 7 dan tanpa satu kemenangan di musim pertamanya bersama Ducati.

Setelah tampil impressif di musim ini, akhirnya Lorenzo kembali dapat membuktikan kualitasnya dan membungkam semua kritik yang sempat menjatuhkan kehormatannya sebagai pembalap dengan tiga gelar juara MotoGP.

Ducati sendiri mengakui sangat menyesal setelah gagal menawarkan perpanjangan kontrak untuk pembalap asal Spanyol tersebut. Sementara Honda, cukup beruntung setelah memutuskan merekrut Lorenzo dengan kontrak hingga 2020 mendatang.

Sindiran Lorenzo

Sindiran Lorenzo

“Ducati lebih suka berpikir seperti itu, mereka merasa memiliki Dovi yang bisa melakukannya lebih baik. Ducati tidak pernah percaya dengan apa yang saya katakan kepada Gigi (Dall’Igna) dan (Claudio) Domenicali. Mereka seharusnya menyadari bahwa memiliki pembalap yang telah menjuarai dunia (MotoGP) tiga kali dengan 44 kemenangan.” ucap Lorenzo.

“Mereka seharusnya berpikir untuk bisa memberikan apa yang saya butuhkan. Sebagai gantinya, mereka bahkan menaikkan gaji Dovi yang memenangkan balapan dan merekrut pembalap hebat yang lebih murah (Danilo Petrucci).” ungkap Lorenzo.

“Kami mendapatkan momen bagus, untuk pertama kalinya Ducati berada dalam 95 persen balapan. Ini belum pernah terjadi kecuali pada saat momen aneh dari Casey Stoner. Saya sangat bangga dapat berkontribusi besar. Cerita ini akan segera berakhir dalam enam (seri) balapan, tapi saya tidak memikirkannya.” pungkas pembalap nomor 99 tersebut.