Bukan City, Neville Khawatirkan Rivalitas Liverpool dengan MU

by

Ulasanbola – Mantan pemain Manchester United, Gary Neville ternyata lebih mengkhawatirkan potensi Liverpool daripada sang juara bertahan, Manchester City. Menurut Neville, mantan klubnya tersebut akan kehilangan harga diri jika Liverpool berhasil menjadi juara Premier League.

Laga United kontra Liverpool memang selalu menciptakan suasana rivalitas yang panas. Selama bertahun-tahun kedua tim itu selalu beradu kekuatan dan argument untuk membuktikan siapa yang terbaik. The Reds Devil telah tercatat mengumpulkan 20 gelar juara liga, sementara The Reds 18 gelar.

Setelah 29 tahun tanpa gelar, di bawah kepelatihan Jurgen Klopp Liverpool telah bangkit dari masa kontraproduktifnya. Di musim 2018/19 ini Liverpool memulai Premier League dengan sangat bagus. Saat ini The Reds berhasil menyapu bersih empat laga dengan mengupulkan 12 poin.

Sementara United mengawali laga tidak begitu mulus. Di mana anak asuh Jose Mourinho menerima kekalahan saat melawan Brighton & Hove Albion dengan skor tipis 3-2 dan melawan Tottenham Hotspur dengan skor 0-3 di kandang sendiri. Dua dari hasil kekalahan dan dua kemenangan membuat United harus menempati peringkat ke 10 di klasemen sementara Premier League saat ini.

Kekhawatiran Neville

Kekhawatiran Neville

Kali ini Neville menyampaikan pendapatnya sebagai seorang pendukung United. Dari sudut pandang pendukung, bagi Neville bayangan mengenai Liverpool menjuarai liga lebih mengerikan daripada City atau Chelsea yang menjadi juara.

“Sebagai fan Manchester United, saya sangat khawatir dengan potensi mereka (Liverpool).” ungkap Neville.

“Sapak bola yang mereka mainkan di bawah arahan Klopp begitu fantastis. Sebagai pendukung Menchester United, hal itu mengkhawatirkan karena masih ada rivalitas jika yang lain kecuali Liverpool (yang menjadi juara).” tambah Neville.

“Hal yang sama juga berlaku untuk mereka, jika berjalan baik untuk kami. Ini bukan mengenai ‘Gary Neville’, tapi karena dia adalah seorang pendukung MU dan membenci scousers (penduduk asli Liverpool). Momen-momen itu saya lewati, saat ini saya telah lebih dewasa.”

“Tetapi ini lebih mengkhawatirkan. Beberapa tahun lalu saya mendapat bayangan sekilas ketika Brendan Rodgeers menyiakan-nyiakan kesempatan emas. Ribuas orang berbaris di sekitar jalanan, ada kembang api sebelum pertandingan. Waktu itu saya berpikir ‘bagaimana jika mereka sampai juara’.” tutup pria berusia 43 tahun tersebut.