Cedera Bahu Serius, Dokter Sulit Percaya Marquez Masih Bisa Balapan

by

Ulasanbola – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez beberapa hari lalu baru saja menjalani operasi bahu di Barcelona. Operasi tersebut ditangani tiga dokter sekaligus, yakni Dr. Victor Marlet, Dr. Teresa Marlet dan Dr. Xavier Mir. Namun, Dr. Mir yang mengetahui parahnya cedera tersebut mengaku tidak menyangka The Baby Alien masih bisa balapan dan bahkan sukses menjuarai MotoGP 2018.

Marquez sendiri sebenarnya telah mengalami cedera pada bahu kirinya sejak tahun 2014 lalu. Cedera tersebut tidak mendapat perhatian khusus The Baby Alien untuk segera melakukan perawatan intensif. Alhasil, dirinya kerap mengalami dislokasi bahu dalam empat tahun terakhir ini.

Seperti yang diketahui, cedera adalah salah satu kendala terbesar bagi seorang pembalap. Sebab selain harus absen dari kejuaraan, meninggalkan segala aktivitas di dalam lintasan juga harus dilakukan. Mungkin hal tersebutlah yang menjadi pertimbangan The Baby Alien untuk menunda tindakan operasi.

Meski terhambat cedera, tetapi Marquez tetap berhasil menjuarai MotoGP 2018. Saat mengunci gelar juara di GP Jepang, cedera pembalap berusia 25 tahun itu pun kembali kambuh.

Akhirnya pada 4 Desember 2018, Marquez memutuskan untuk melakukan operasi. Operasi tersebut berjalan lancar, namun siapa sangka bahwa cedera bahu yang di alami Marquez bukanlah cedera yang ringan.

Hal yang Rumit

Hal yang Rumit
“Ini lebih rumit dari yang dibayangkan, bahkan jika itu terlihat mudah baginya. Jujur saja saya tidak mengerti bagaimana dia bisa memenangkan kejuaraan dunia dalam kondisi seperti itu. Tetapi sebenarnya seperti ini, dia membuat bahunya bergerak ke segala arah dan karenanya kami harus mengambil dua tindakan selama operasi.” terang Dr. Mir.

“Mengenai kapan akan kembali pulih 100 persen, tidak ada yang dapat menjamin itu. Tetapi usai operasi, saat Marc tertidur, kami mencoba menggerakkan bahunya ke setiap arah dan jika dilihat dari monitor, bahunya sudah tidak mengalami dislokasi lagi. Itu hal yang bagus, karena saat dia sadar ototnya akan jauh lebih mengganjal. Saat dia dalam kondisi rileks, tulang humerusnya juga bergerak lebih leluasa.” sambung Dr. Mir.