Disebut Penerus Rossi, Bagnaia: Tidak Ada yang Bisa Jadi Sepertinya!

by

Ulasanbola – Nama Francesco Bagnaia telah menjadi sorotan dunia sejak dua musim terakhir. Musim ini pembalap berusia 21 tahun itu berhasil memenangkan kejuaraan Moto2 dan akan menjadi pendatang baru di MotoGP 2019 nanti. Dirinya pun disebut sebagai pembalap yang memiliki potensi besar dan digadang-gadang akan menjadi penerus Valentino Rossi.

Setelah kembali direkrut The Doctor pada tahun 2017, Bagnaia mulai memperlihatkan kualitasnya pada musim pertamanya debut di Moto2. Anak didik Rossi tersebut langsung menempatkan namanya di peringkat kelima pada Moto2 2017.

Di musim kedua, Bagnaia tampil jauh lebih impresif dan langsung meraih gelar juara pertamanya dengan mencatatkan delapan kemenangan. Performa tersebut membuat Alma Pramac Racing merekrutnya untuk mendampingi Jack Miller di MotoGP 2019.

Tidak Bisa Seperti Rossi

Tidak Bisa Seperti Rossi
Tidak dipungkiri bahwa sosok Rossi telah banyak membantu karir Bagnaia dalam dua tahun terakhir. Musim depan Bagnaia akan berada satu lintasan dengan seniornya tersebut, dirinya juga diyakini akan menjadi salah satu pesaing kuat untuk para tim top MotoGP.

Mantan pembalap Angel Nieto itu juga dinilai akan dapat mengikuti kiprah Rossi dalam beberapa tahun ke depan. Namun Bagnaia merasa masih belum pantas disebut sebagai penerus The Doctor, dirinya juga menegaskan tidak ada yang bisa menjadi seperti Rossi.

“Saya belum siap untuk menantang Valentino di musim depan. Saya melewatinya selama tes di lintasan dan itu buat saya lebih bersemangat daripada harus fokus. Saya tumbuh bersama sejarah Rossi, saya lahir tahun 1997 dan itu di mana dia memenangkan gelar pertamanya.” ucap Bagnaia.

“Memikirkan untuk melawan dia dan juga pembalap lainnya yang sebelumnya hanya saya lihat di dalam TV merupakan sesuatu yang tidak terbayangkan. Berbagi lintasan dengan mereka (para pembalap senior di MotoGP) itu benar-benar bagus. Jangan meminta saya untuk menjadi Valentino yang baru. Saya bisa mendekatinya, tapi Anda tahu bahwa tidak ada yang bisa menjadi sepertinya.” terang pembalap kelahiran Turin, Italia tersebut.