Guardiola Merasa Jadi Lebih Hebat Setelah Melatih di Premier League

by

Ulasanbola – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola mengakui berkarir di Premier League telah membuatnya lebih kompeten karena selalu menghadapi tantangan-tantangan baru dan terus beradapatasi dengan persaingan yang keras. Dirinya merasa sudah menjadi pelatih yang lebih tangguh saat ini dibandingkan saat dirinya melatih Barcelona dan Bayern Munchen beberapa tahun lalu.

Didatangkan pada bulan Juli tahun 2016 lalu ke Etihad Stadium, Guardiola akhirnya berhasil mempersembahkan trofi Premier League pertamanya di musim lalu. Saat ini sudah tercatat tiga trofi yang sudah diraih pelatih asal Spanyol itu bersama City, yang mana dua trofi lainnya adalah trofi League Cup 2017/18 dan Community Shield 2018/19.

Kapasitas Guardiola sebagai pelatih memang sudah sangat diakui dengan berbagai prestasi yang sudah diraihnya. Sejak mendapatkan trofi pertamanya pada musim 2008/09 di Barcelona, terhitung sudah 33 trofi yang diperoleh Guardiola sepanjang karirnya.

Menjadi Lebih Baik

Menjadi Lebih Baik
Hampir tiga tahun berkarir di Premier League, Guardiola mengaku sudah banyak berkembang. Ketatnya kompetisi sepak bola Inggris juga membuat Guardiola menyebut Premier League adalah liga tersulit di dunia.

“Saya adalah pelatih yang lebih hebat daripada diri saya yang dulu saat masih melatih di Jerman. Sekarang saya juga pelatih yang lebih tangguh daripada saat di Barcelona. hal itu karena saya berada di sini.” ucap Guardiola.

“Berada di sini (Premier League) membuat saya merasa benar-benar menjadi pelatih yang lebih baik, karena saya belajar mengatasi liga yang luar biasa ini dengan situasi yang berbeda-beda.” tambah Guardiola.

“Kami melakukan pekerjaan yang bagus, seluruh orang di dunia selalu memperhatikan kami dan itu sungguh fantastis. Ini adalah liga yang paling sulit karena jumlah pertandingan yang dimainkan, cuacanya dan karena wasit juga selalu mengatakan ‘teruslah bermain, teruslah bermain dan lawan kami’, ada begitu banyak hal.” ungkap Guardiola.

“Ini (turnamen) merupakan satu-satunya liga di mana lima atau enam tim berpeluang menjadi juara.” tutup pelatih berusia 47 tahun tersebut.