Hanya Cristiano Ronaldo Saja, Maurizio Sarrio Bisa Memaklumi Gagalnya Tendangan Penalti di Depan Gawang

by

Ulasanbola Sebuah perbedaan jelas terlihat ketika melihat sikap Maurizio Sarri saat anak asuhnya gagal mencetak gol melalui eksekusi penalti. Namu Cristiano Ronaldo yang gagal melakukan tendangan penalti saat dipercaya bisa menjadi pembeda bagi Juventus ketika bertemu AC Milan ternyata gagal melakukannya.

Namun sebagai pelatih, Maurizio Sarri memaklumi itu meski Juventus sedang bertemu Milan dalam laga leg kedua babak semi-final Coppa Italia. Pertemuan yang berakhir dengan skor tanpa gol (0-0) itu dilaksanakan pada hari Sabtu (13/6/20) meski masih terjadi pandemi akibat virus COVID-19 yang merebak.

Namun, Juventus masih beruntung karena sebagai tuan rumah tidak merasa gagal aka hal itu, lagi pula mereka sudah dinyatakan lolos. Mereka sendiri sudah mengantongi satu gol tandang ketika semua itu terjadi pada leg pertama di kandang Milan.

Momen yang sangat menarik dari laga semalam, fokus kepada Ronaldo yang gagal menyumbangkan gol meski sebagai algojo penalti. Memang terlihat aneh, sang penyerang yang memiliki pengalaman apik itu tidak mampu melaksanakan tugasnya menjadi eksekutor dan gagal

Hal yang Wajar

Hanya Cristiano Ronaldo Saja, Maurizio Sarrio Bisa Memaklumi Gagalnya Tendangan Penalti di Depan Gawang

Maurizio Sarri sangat beruntung, dirinya tidak menunjukkan rasa kkecewa meski pria asal Portugal tersebut melkukan kegagalan. Sarri bahkan menganggap sepele hal tersebut dan mengatakan jika anak asuhnya, Ronaldo sedang tidak beruntung.

“Saya memang meminta Ronaldo untuk mengambil bola saat menendang penalti di tengah. Dan dirinya juga senang melakukannya saat saya memintanya bermain sesuai yang tim butuhkan,” ucap Sarri kepada media usai pertandingan.

“Dirinya memang tidak terbiasa mengambil tendangan penalti seperti itu. Hal itu akhirnya membuat bola mengenai sisi dalam tiang gawang lalu tidak terjadi gol yang membawa tim memimpin pertandingan,” lanjut Sarri.

Perubahan Strategi

Bermain dengan strategi barunya, Ronaldo terlihat lebih jauh dari gawang dan merasa kesulitan untuk mencetak gol ke gawang Milan. Akan tetapi, Sarri juga tidak melihat peran berjalan apik dengan membatasi kekuatan seorang Ronaldo dengan pengalamannya.

“Saya sendiri tidak kurang meyakini jika bermain beberapa meter lebih jauh akan memberikan perbedaan yang sangat besar kepada pemain hebat sepertinya,” tandasnya.

Juventus kini masih menunggu calon lawan lainnya di babak final. Partai puncak bakal digelar pada tanggal 17 Juni di stadion ibukota Italia, yakni Olimpico Roma untuk memastikan siapa juaranya.