,

Kesehatan Seorang Legenda Asal Brasil Terancam Virus Corona

by
Kesehatan Seorang Legenda Asal Brasil Terancam Virus Corona

Ulasanbola – Adanya pandemi virus Corona yang mewabah dunia saat ini ternyata sudah mengancam semua orang. Salah satu kobannya adalah Pele, seorang legenda sepak bola asal Brasil yang sempat dikagumi seluruh dunia karena memiliki julukan “Sang Raja”.

Untuk saat ini, Pele sedang menjalani karantina di rumahnya yang ada di Guaruja, Sao Paulo, negara Brasil. Keluarganya sendiri sangat cemas akan hal itu, karena kasus pandemi virus Corona yang sedang mewabah ini mungkin bisa berpengaruh dengan kesehatannya.

Pele yang sudah masuk di usia 80 memang membuat khawatir banyak orang, terutama yang sudah membaca berita. Dengan memiliki usia lebih dari 50 tahun dengan kondisi kesehatan sekarang, itu membuat Pele masuk kelompok berisiko tinggi hingga kematian.

Edinho sebagai anak kandungnya, sempat mengungkapkan jika kondisi kesehatan Pele terus menurun. Mungkin karena sudah berusia senja ataupun karena COVID-19 yang ramai beredar.

Harus Melakukan Transpalasi

Kesehatan Seorang Legenda Asal Brasil Terancam Virus Corona

“Dirinya memang rapuh untuk melakukan mobilitas sehari-hari,” terang Edinho.

“Pele memang sedang menjalani transplantasi pinggul. Namun dia juga tidak mendapat rehabilitasi yang ideal bahkan sangat mengganggu mobilitasnya, dan membuatnya depresi.”

“Sebenarnya dirinya adalah ‘O Rei’ atau seorang Raja. Pele selalu menjadi sosok yang mengesankan. Akan tetapi, saat ini dirinya tidak bisa berjalan dengan baik.”

“Dirinya bahkan merasa tidak nyaman bahkan menjadi pemalu dengan kondisinya seperti itu.”

Pele Anggap Normal

Sebagai seorang legenda, Pele tetap berusaha menyakinkan para penggemarnya jika dirinya masih baik-baik saja.

“Saya tidak apa-apa,” ucap Pele. “Memang ada hari yang baik, dan juga buruk.”

“Itu sangatlah normal untuk orang seperti saya,” tambahnya.

Akhirnya pemerintah Brasil mengambil tindakan demi mencegah penyebaran virus Corona di negara Brasil. Itu dilakukan termasuk membatasi izin keluar-masuk negara, serta menyerukan warganya untuk melakukan karantina mandiri.