Memiliki Kesuksesan Besar di MotoGP, Marquez Justru Rindu Kehidupan Lamanya

by
Memiliki Kesuksesan Besar di MotoGP, Marquez Justru Rindu Kehidupan Lamanya

Ulasanbola – Memiliki nama besar dan karir cemerlang di MotoGP ternyata tidak membuat Marc Marquez merasa puas dengan kehidupannya. Meski saat ini telah menjadi bintang besar dan dikelilingi kemewahan, The Baby Alien justru ingin kembali mendapatkan kenyamanannya sebagai orang biasa.

Saat ini siapa yang tidak kenal dengan sosok Marc Marquez, namanya disebut sebagai salah satu pembalap terbaik dalam sejarah. Tidak sedikit pembalap muda yang yang terinspirasi dengan perjuangannya dan tidak jarang dirinya mendapat pengakuan dari pembalap-pembalap senior.

Sebelas tahun berkiprah di dunia Grand Prix, sudah tujuh gelar juara dunia yang diperolehnya. Yang mana lima di antaranya adalah gelar tertinggi ajang MotoGP. Namun siapa sangka, di balik semua kesuksesan tersebut Marquez justru tidak nyaman dengan kehidupannya saat ini.

Kehidupan Berubah

Kehidupan Berubah
“Lima tahun lalu, saya berpikir bahwa gaya hidup saya tidak akan pernah berubah. Saya tidak percaya akan membutuhkan rumah besar, jet pribadi atau bahkan area VIP di klub malam. Saya sungguh tidak menginginkan semua itu, tetapi hidup ini membawa saya ke pada semua itu. Saat ini, saya sedang membangun sebuah rumah baru yang besar karena saya membutuhkan privasi.” ucap Marquez.

“Terkadang, saya harus berpergian dengan jet pribadi, khususnya saat musim panas di Eropa karena saya sulit bergerak bebas. Saya senang berpergian dengan normal, tapi bayangkan apa yang terjadi saat di bandara Barcelona selama waktu liburan. Tahun lalu saya hampir ketinggalan penerbangan karena membutuhkan waktu yang lama untuk melewati kerumunan. Saya juga tidak suka duduk di meja VIP di sebuah klub malam, karena saya lebih suka berada di lantai dansa dengan teman-teman saya. Tetapi saya tidak bisa, kehidupan saya sudah berubah. Saya sungguh tidak menyukainya dan tidak menginginkannya.” ungkap Marquez.

“Saya sangat merindukan kehidupan normal saya. Saya masih berusaha untuk menjadi normal dan tinggal di kampung halaman saya. Tetapi saya tidak bisa lagi menjadi pria yang normal. Saya sebenarnya sangat mudah bergaul dan ingin dikelilingi orang-orang (terdekat). Tapi saya harus tahu bahwa itu sudah tidak mungkin.” tandas pembalap berusia 25 tahun tersebut.