Mendapat Perlakuan Rasis, Klub Turki Beri Dukungan untuk Ozil

by
Mendapat Perlakuan Rasis, Klub Turki Beri Dukungan untuk Ozil

Ulasanbola – Beragam bentuk dukungan diberikan untuk pemain timnas Jerman, Mesut Ozil atas permasalahannya dengan federasi sepakbola Jerman. Salah satu klub asal Turki, Yeni Malatyaspor memberikan dukungan besar kepada gelandang berusia 29 tahun tersebut.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Ozil telah memutuskan untuk gantung sepatu dari karir internasionalnya bersama timnas Jerman. Dalam pernyataannya, gelandang Arsenal tersebut mengakui mendapat perlakuan rasis dari pihak federasi sepakbola Jerman.

Masalah tersebut berawal saat Ozil diketahui bertemu dengan presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan sebelum membela timnas Jerman di Piala Dunia 2018 Rusia lalu. Foto dari hasil pertemuan tersebut beredar di dunia maya yang menimbulkan kontroversi serta hingga kecaman keras dari berbagai pihak.

Dukungan Malatyaspor

Dukungan Malatyaspor

Kritikan terus dilayangkan ke Ozil setelah memutuskan pensiun dari timnas Jerman, namun tidak sedikit juga yang memberikan dukungan kepada mantan gelandang Real Madrid tersebut. Salah satu dukungan datang dari Malatyaspor, klub yang bermain di kasta tertinggi Turki, yakni Super Lig.

Dukungan tersebut ditunjukkan ketika bermain melawan Gazisehir Gaziantep dalam laga uji coba beberapa waktu lalu. Para pemain Malatyaspor mengenakan baju yang terdapat wajah Ozil saat memasuki lapangan. Baju tersebut bukan hanya menampilkan wajah Ozil, namun juga tertulis ungkapan bahasa Turki yang artinya “Kami Semua bersama Anda, katakan tidak terhadap rasisme”.

Kritikan Uli Hoeness

Kritikan Uli Hoeness

Sebelumnya Ozil juga mendapat berbagai kritikan dan cercaan dari banyak tokoh sepakbola Jerman, menyusul keputusan mundurnya dari timnas Jerman. Di antaranya adalah presiden Bayern Munchen, Uli Hoeness yang secara terang-terangan bersuka cita atas pensiunnya Ozil.

“Saya bersyukur hal yang menakutkan ini akhirnya telah berakhir. Dia telah bermain sangat buruk selama beberapa musim terakhir.” beber Hoeness.

“Perkembangannya di negara kami adalah malapetaka, dan hal itu berdasarkan sudut pandang olahraga. Ozil sebenarnya tidak mempunyai tempat lagi di timnas Jerman selama bertahun-tahun ini.” pungkasnya.

Kritikan masih terus diberikan kepada gelandang Wender Bremen tersebut, namun para pendukung Ozil masih menyayangkan keputusannya untuk pensiun dari timnas Jerman di usianya (29) yang masih relatif produktif.