Mourinho Dinilai Tidak Cerdas dalam Belanja Pemain ketika Melatih MU

by

Ulasanbola – Analisis sepak bola, Ian Wright menyebut Jose Mourinho tidak begitu baik dalam mendatangkan pemain sewaktu menjabat sebagai pelatih di Manchester United. Mantan pemain Arsenal itu menilai bahwa pembelanjaan pemain yang dilakukan pelatih asal Portugal itu tidaklah efisien.

Pemecatan Mourinho pada bulan Desember lalu memang menimbulkan banyak pro dan kontra. Tidak sedikit yang menyayangkan keputusan dan menyalahkan sikap manajemen United.

Seperti yang diketahui, Mourinho sempat mengakui kurang mendapat dukungan dari manajemen untuk mendatangkan bek baru. Namun di sisi lain, Mourinho disebut sudah cukup menghabiskan dana belanja dengan membeli dua bek baru seharga 70 juta pounds di musim lalu.

Wright yang menilai permasalahan tersebut justru merasa wajar jika tuntutan Mourinho tidak dipenuhi manajemen. Dirinya merasa Mourinho lah yang tidak cermat dalam mendatangkan pemain baru, sehingga itu berujung pada kinerja buruk dan pemecatannya.

Ciptakan Situasi Aneh

Ciptakan Situasi Aneh
Pada akhir musim lalu, The Red Devils mendatangkan dua bek sekaligus yakni, Victor Lindelof seharga 35 juta euro dan Eric Bailly seharga 38 juta euro. Namun, satu situasi yang membuat Wright bingung adalah Mourinho tidak pernah memainkan kedua bek tersebut secara bersamaan. Hal tersebut dinilai aneh dan merugikan untuk tim.

“Saya kira dua transfer itu menjadi bukti masalah United di bursa transfer. Mereka bisa membeli dua bek dengan harga total 60 juta pounds dalam 12 bulan. Dalam kepelatihan yang sama juga, Mourinho memutuskan untuk tidak bisa memainkan kedua bek ini secara bersama.” cetus Wright.

“Dia tidak pernah menjelaskan kenapa mereka tidak bisa dimainkan bersama. Kenyataannya selama 18 bulan terakhir, keduanya hanya tercatat bermain empat kali sebagai starter secara bersamaan.” tambahnya.

“Mourinho pernah mengatakannya sekali bahwa dia tidak suka pasangan bek ini karena mereka berdua rentan terkena cedera jika bermain bersama selama tiga pertandingan beruntun dan itu akan membuat kerja sama mereka tidak berguna lagi.” lanjut pria berusia 55 tahun tersebut.