Pedrosa Adalah Pembalap yang Menjadi Saksi Kesuksesan Rekan-rekannya

by
Pedrosa Adalah Pembalap yang Menjadi Saksi Kesuksesan Rekan-rekannya

Ulasanbola – Pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa memang memiliki momen-momen hebat di sepanjang karir balapnya. Salah satu hal spesial yang dialami The Little Spaniard adalah, dirinya menjadi satu-satunya pembalap yang pernah berduet dengan Casey Stoner, Marc Marquez dan mendiang Nicky Hayden.

Seperti yang diketahui, saat memulai debut di kelas MotoGP pada tahun 2006 silam, Pedrosa menjadi pembalap anyar Honda yang berduet dengan Hayden. Di tahun tersebut Hayden berada di puncak kesuksesannya dengan menjuarai MotoGP 2006. Sementara Pedrosa menyelesaikan musim pertamanya di kelas MotoGP dengan menempati peringkat kelima.

Pada tahun 2011, Stoner bergabung ke Honda setelah memperkuat Ducati selama 4 musim. Tahun pertama bersama Honda, Stoner sukses menambah gelar juara keduanya di MotoGP 2011. Di tahun berikutnya, Stoner maupun Pedrosa berhasil bersaing di tiga besar dengan masing-masing menempati peringkat ketiga dan kedua.

Setelah Stoner pensiun, Pedrosa akhirnya bekerjasama dengan Marquez yang baru memenangkan kejuaraan Moto2 2012. Lagi-lagi, The Little Spaniard menjadi bagian dari kesuksesan rekannya. Marquez yang memulai debut pertamanya di tahun 2013 langsung mencuri perhatian dunia dengan menjuarai MotoGP dua musim berturut-turut.

Sebelumnya Pedrosa telah memutuskan pensiun di akhir musim ini. Tetapi di akhir karirnya, Pedrosa masih mendapat kesempatan untuk menyaksikan kesuksesan sang rekan. Seperti yang diketahui, saat ini The Baby Alien sudah dipastikan akan menjuarai MotoGP 2018, momen terakhir ini tentu akan menjadi pengalaman spesial di penghujung karir The Little Spaniard.

Perbedaan Stoner dan Marquez

Perbedaan Stoner dan Marquez
Saat ditanya mengenai perbedaan Stoner dan Marquez yang sama-sama sudah bekerjasama dengannya, Pedrosa menyebut keduanya sama-sama pembalap yang hebat dengan memiliki kelebihan yang berbeda.

“Casey sangat spesial karena dia memiliki bakat alami yang hebat. Apa yang dilakukannya sangat tepat untuk dirinya tanpa perlu melihat apa yang dilakukan oleh pembalap lain. Di sisi lain, Marc lebih seperti bunglon yang cepat beradaptasi dengan segala situasi atau yang diperlukan rivalnya. Tetapi, keduanya adalah pembalap yang luar biasa.” ungkap Pedrosa.