Rossi Merasakan Fase Tersulitnya dalam MotoGP Saat di Ducati

by

Ulasanbola – Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi menceritakan pengalamannya ketika berkarir di Ducati Team beberapa tahun lalu. Rossi mengakui bahwa perjalanannya di Ducati adalah fase tersulit setelah kembali ke dunia MotoGP usai vakum pada tahun 2009.

Hal itu dirasakan Rossi karena penampilan dan hasil buruk yang didapatkannya selama memperkuat tim pabrikan Italia tersebut. Bagaimana tidak, selama di Ducati Rossi hanya mencatatkan tiga podium saja dan tanpa kemenangan satu pun selama dua musim.

Musim 2011 bisa dibilang fase terburuk Rossi selama berkarir di MotoGP. The Doctor hanya mendapat satu podium saja sepanjang musim tersebut, yang mana ketika dirinya melakoni GP Prancis dan finish di urutan ketiga. Di akhir musim Rossi hanya menempati peringkat ke 7 dengan 139 poin.

Pada musim 2012, sepak terjang Rossi di Ducati juga tidak terlalu memberikan hasil berbeda dengan musim 2011. Pembalap berusia 39 tahun itu hanya mendapatkan 2 podium saja, yakni GP Prancis dan GP San Marino yang keduanya finish sebagai runner-up. Di akhir musim, Rossi juga hanya menempati satu peringkat di atas musim sebelumnya, yaitu peringkat ke 6 dengan koleksi 163 poin.

Tidak Seprti yang Diharapkan

Tidak Seprti yang Diharapkan

Ketika memutuskan beralih dari Yamaha, Rossi mengaku memiliki ekspektasi dan harapan yang begitu besar saat hijrah ke Ducati. Program yang ditawarkan Ducati juga terdengar menarik dan menambah kepercayaan diri, tapi pada akhirnya semua tidak dapat terwujud dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Setelah 2009, saya menjalani fase yang sangat sulit dalam karir balap saya. Sebelum itu saya telah merayakan lima gelar berturut-turut di kelas primer, saya juga kembali mendapat gelar juara pada musim 2008 dan 2009. Itu adalah tahun-tahun terbaik dalam karir saya.” ujar Rossi.

“Lalu, saya memutuskan untuk bergabung dengan Ducati. Bagi saya itu adalah sebuah tantangan besar, saya berbicara banyak hal dengan pihak Ducati dan programnya juga terdengar sangat bagus. Tetapi sayangnya, kami tidak pernah memiliki hubungan yang baik. Terlebih lagi saya tidak memiliki motor, karena saya merasa tidak pernah kompetitif. Kami memiliki ide yang berbeda, itu benar-benar dua tahun yang sulit. Saya tidak dapat memenangkannya dan jarang mendapatkan podium.” ungkap Rossi.