Sergio Ramos Paling Ahli dalam Eksekusi Penalti Gaya Panenka

by
Sergio Ramos Paling Ahli dalam Eksekusi Penalti Gaya Panenka

Ulasanbola – Pesepak bola asal Republik Ceko, Antonin Panenka memberikan pujian untuk Sergio Ramos yang kerap menggunakan teknik penalti ciptaannya di setiap kesempatan penalti. Seperti yang diketahui, Ramos kembali menggunakan teknik Panenka saat laga Real Madrid kontra Valladolid akhir pekan lalu.

Teknik tendangan Panenka sendiri pertama kali dilakukan saat final Euro 1976. Kala itu Panenka menendang bola ke tengah gawang dengan sontekan tidak terlalu kuat yang membuat kiper lawan terkecoh.

Tendangan tersebut tidak terbaca oleh kiper Jerman barat, Sepp Maier ketika di babak adu penalti. Aksinya itu semakin dramatis karena dirinya menjadi penentu atas kemenangan Republik Ceko atau yang dulunya dikenal sebagai Cekoslowakia. Berkat tendangan tersebut, Panenka pun berhasil mengantarkan timnya memenangkan gelar Piala Eropa pertama saat itu.

Teknik tendangan Panenka disebut sebagai tendangan yang dapat menjatuhkan mental kiper lawan dan terbilang istimewa karena tingkat kesulitannya yang tinggi. Beberapa nama pesepak bola terbaik seperti Zinedine Zidane hingga Andrea Pirlo juga penah menggunakannya.

Saat itu Zidane menggunakannya di final Piala Dunia 2006 dan Pirlo saat perempat final Piala Eropa 2012, yang mana saat ini juga menjadi salah satu momen tidak terlupakan dalam sejarah sepak bola.

Meskipun telah banyak yang bisa melakukan teknik tendangan tersebut, tapi Papenka menyebut Ramos adalah yang terbaik untuk saat ini.

Sudah Berhasil Berulang Kali

Sudah Berhasil Berulang Kali
“Saya menyukainya saat Ramos melakukan itu, dan saya rasa dia telah melakukannya berulang kali seperti di Piala Eropa 2012. Dia bisa jadi imitator terbaik saya, karena dia berhasil melakukannya dengan begitu banyak.” puji Panenka.

Selain itu, Panenka juga sedikit menceritakan bagaimana ide seperti itu muncul dipikirannya. kala itu dirinya selalu gagal dalam membobol gawang kiper setim nasionalnya, di mana saat itulah dirinya mendapatkan ide melakukan teknik tersebut.

“Saya berlatih dua tahun sebelum Euro tahun 1976. Saya menyadari bahwa semua kiper selalu melompat ke salah satu sisi, saya pikir hal yang bagus untuk mengarahkan bola ke tengah.” terang Panenka.

“Kiper kami sangat ahli dalam menghalau tendangan penalti, jadi saya selalu kalah dalam taruhan uang, cokelat, hal-hal lain seperti itu. Jadi saya mencoba menggunakan trik kecil dan akhirnya mulai memenangkan taruhan. Bahkan saya menjadi gendut karena semua cokelat yang saya menangkan.” seru pria berusia 69 tahun tersebut.