Striker Predator Liga Italia Terakhir Hanya Luca Toni

by
Striker Predator Liga Italia Terakhir Hanya Luca Toni

Ulasanbola – Negara besar layaknya Italia yang sudah menghasilkan banyak predator gol yang ganas akan terkuak dalam tulisan ini. Mereka mampu membuat para lawan cemas dan berpikir seribu kali. Salah satu striker yang terakhir di Serie A adalah nama Luca Toni yang memiliki banyak koleksi gol.

Striker Italia yang lahir di Pavullo nel Frignano tanggal 26 Mei 1977 itu ternyata ada di 20 besar sebagai daftar pencetak gol terbanyak selama Serie A bergulir. Sebagai mantan pemain Fiorentina, lalu Bayern Munchen, kemudian AS Roma, kemudian Juventus dan terakhir Hellas Verona ternyata ukiran koleksi golnya mencapai 157 dalam 344 penampilannya di Italia.

Toni ketika itu melakukannya dengan total delapan klub yang berbeda selama berkarir tahun 2000 hingga 2016 lalu. Banyak ukiran yang dirinya canangkan adalah ketika masih berseragam Fiorentina.

Predator Serie A


Klub Fiorentina yang pernah Toni bela, benar jika klub tersebut belum pernah meraih juara satupun. Namun sebagai legenda, diketahui jika melihat catatan bahwa dirinya mampu meraih titel Capocannoniere Serie A.

Toni juga memiliki musim terbaiknya bersama La Viola, meski tidak bisa membawa timnya meraih gelar juara Liga Italia. Selain itu, Luca Toni sering meraih sebagai pencetak gol terbanyak di Serie A selama satu musim.

Dua kali mendapatkan titel Caponnoniere, Luca Toni saat itu membela klub Hellas Verona yang belum besar. Saat itu, dirinya mampu memiliki koleksi 22 gol dan sejajar dengan Mauro Icardi yang membela Inter Milan

Belum Tergantikan

Toni merupakan striker yang memiliki tipikal traditional centre-forward dengan postur tubuh yang ideal. Dirinya juga bisa melakukan penyelesaian akhir secara akurat, dengan kaki kanan maupun kaki kiri. Tidak hanya dari kaki, ternyata sang striker juga sanggup bermain dengan kepalanya saat turun ke lapangan.

Selebrasinya juga khas miliki Toni, kini dirundakan lagi karena harus pensiun dari Verona tahun 2016 lalu. Media juga sempat melabelinya sebagai “Striker Hebat Italia yang Terakhir”.